SMPIT Thariq Bin Ziyad: Teknologi
Headlines News :
Menguatkan Simpul Akhlak, Al-Quran, Akademik Dan Bahasa Menuju Trendsetter Sekolah Islam Unggulan

BERITA TERBARU

Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Dituduh Bikin Bom, Ahmed Malah Jadi Rebutan Facebook & Google

Written By Admin on Thursday, September 17, 2015 | 10:44 AM


Jakarta - Ahmed Mohammed, seorang pelajar di Amerika Serikat ditangkap polisi karena membuat perangkat yang diduga bom ke sekolah. Padahal benda itu hanyalah jam digital kreatif buatannya sendiri. Dukungan pun mengalir deras pada pelajar muslim usia 14 tahun ini.

Ahmed sekolah di MacArthur High School di Texas. Dia membawa perangkat jamnya ke sekolah dengan tujuan ditunjukkan pada gurunya agar bisa masuk klub robotik. Namun karena bentuknya mirip bom, sang guru malah curiga kemudian lapor pada polisi setempat.

Saat ditangkap dengan diborgol, Ahmed sempat kebingungan. Berkali-kali ia menjelaskan kepada pihak kepolisian jika benda tersebut bukanlah bom seperti yang dituduhkan. 

"Kami berusaha mengonfirmasi remaja tersebut tentang apa itu, ia memberitahu kami jika itu hanya sebuah jam," jelas Juru Bicara Kepolisian Irving, James MsLellan. Ahmed akhirnya dibebaskan. 


"Kupikir setiap orang sudah tahu kalau aku membuat sebuah jam dan malah mendapat banyak masalah karenanya. Aku membuat jam itu agar guruku terkesan tetapi ketika aku menunjukkanya, dia malah merasa terancam," terang Ahmed dalam konferensi pers yang detikINET kutip dari USA Today.



Kasus ini menghebohkan Amerika Serikat karena polisi dan guru dianggap diskriminatif. Banyak yang kemudian mendukung Ahmed. Termasuk Presiden AS Barack Obama yang mengundangnya ke Gedung Putih.

"Jam yang keren Ahmed. Maukah kamu membawanya ke Gedung Putih? Kita harus menginspirasi lebih banyak anak seperti kamu agar menyukai ilmu sains. Itulah yang membuat Amerika hebat," tulis Obama di Twitter resminya.

Dukungan deras juga mengalir dari para raksasa teknologi. CEO Facebook Mark Zuckerberg mengundang Ahmed ke kantor Facebook.

"Memiliki skill dan ambisi untuk membuat sesuatu yang keren harus dihargai, bukannya malah ditangkap. Masa depan dimiliki oleh orang seperti Ahmed. Ahmed, jika kamu ingin datang ke Facebook, aku ingin bertemu denganmu," tulis Zuck di Facebook.

Sedangkan Google mengundang Ahmed agar ambil bagian dalam pameran sains yang mereka adakan. "Bawalah jam kamu itu," kata pihak Google.

Aaron Levie, pendiri perusahaan layanan cloud Box juga mengundang Ahmed ke kantornya. Ia yakin Ahmed juga gemar dengan teknologi software.

"Ahmed, aku tahu kamu sudah diundang ke Gedung Putih dan Facebook. Tapi kita berdua tahu kalau kamu suka dengan software enterprise di hatimu. Datanglah ke Box," tulis Aaron di Twitter.

Twitter tak ketinggalan mengundangnya untuk magang. "Kami juga suka membuat sesuatu di Twitter. Apakah kamu mempertimbangkan magang dengan kami?" tulis mereka.

Ahmed sendiri sudah memastikan mau datang ke Gedung Putih. Tapi belum jelas apakah dia akan datang memenuhi undangan para perusahaan teknologi itu.

Sumber : http://inet.detik.com/read/2015/09/17/095119/3021147/398/dituduh-bikin-bom-ahmed-malah-jadi-rebutan-facebook--google

'Surat Cinta' Onno Purbo untuk Mendiknas

Written By Admin on Friday, May 2, 2014 | 7:10 PM


Jakarta - Mengambil momentum Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, tokoh TI Indonesia Onno W. Purbo mengirimkan surat spesial kepada Mendiknas Mohammad Nuh. 

Sebagian besar surat ini memang berisi keprihatinan Onno. Mulai dari soal kurikulum TIK di Tanah Air, peran guru TIK yang kurang dioptimalkan, dan ketergantungan Indonesia terhadap softwareproprietary.

Pun demikian, ungkapan keprihatinan ini sengaja diutarakan sebagai bentuk kecintaan mantan dosen ITB tersebut terhadap dunia pendidikan Indonesia, khususnya di sektor TIK . 

Tak lupa, Onno juga mengutarakan usulan untuk memperkuat pondasi pendidikan di bidang TIK. Seperti apa suratnya? Berikut lengkapnya.

======

Assalamualikum Wr. Wb.

Saya prihatin dengan TIK (ICT) di Kurikulum 2013, apalagi setelah berdiskusi dan bertemu dengan guru-guru TIK dari berbagai daerah di Seminar AGTIKKNAS di Gedung A Senayan tanggal 26 April 2014 yang lalu.
Saya melihat guru TIK & KKPI di sekolah sebagai kunci dan aset yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia ke depan. Khususnya untuk memenuhi hak azasi bangsa menjadi pandai dan dapat mengeksplorasi pengetahuan tanpa dibatasi oleh struktur sekolah, ruang kelas, bangunan dan waktu. Ini penting karena sistem pendidikan konvensional, hanya mampu menjamin 10% dari bangsa menjadi sarjana. 90% lainnya harus gigit jari karena dibatasi oleh ruang, waktu dan biaya.

Mempetisi Mendikbud, M.Nuh, Jangan Hapus Matpel TIK & KKPI di Kurikulum 2013

Written By Admin on Friday, March 21, 2014 | 8:38 AM

  1. Wijaya Kusumah
  2.  
  3. Petisi oleh
    Jakarta, Indonesia

Mata pelajaran TIK dan KKPI sudah ada dalam kurikulum 2006 atau KTSP. Namun dalam kurikulum 2013 mata pelajaran ini dihapuskan. 
Beberapa alasan yang terungkap mengapa TIK/KKPI hilang dari Kurikulum 2013 ketika dialog dengan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (WAMEN) bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) diantaranya :
  1. “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”
  2. TIK / KKPI bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain
  3. Pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK/KKPI sebagai Mata Pelajaran khusus yang harus diajarkan
  4. Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya
  5. Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah.

Secara normatif alasan-alasan tersebut bisa saja diterima, namun tahukah anda dialog yang terjadi diluar forum resmi tersebut, semua alasan tersebut dapat terbantahkan oleh teman-teman dalam dialog “liar” yang diadakan setelah selesai kegiatan tersebut.
Jika alasannya karena “Anak TK / SD sudah bisa main game dikomputer dan berinternet ria”, maka jika ada yang berpendapat Anak TK/SD pun sudah bisa berbahasa Indonesia karena mereka adalah orang Indonesia, jadi tidak perlu lagi ada Pelajaran Bahasa Indonesia di TK/SD atau tidak perlu lagi ada pelajaran Olahraga karena cukup kasih bola atau buatkan selorotan maka anak sudah berolah raga.
Darimana anak TK/SD bisa main game dan berinternetan ? Bagaimana cara memanfaatkan TIK dengan baik dan benar ? Bagaimana etika penggunaan TIK dst… sulit bahkan tidak bisa didapatkan mereka dengan autodidak.

Al-Jazari, Perintis Teknologi Robotika

Written By Admin on Wednesday, November 20, 2013 | 8:12 AM

Al-Jazari, atau Ibnu Ismail Al-Jazari, atau Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. (muslimheritage.com)
Al-Jazari, atau Ibnu Ismail Al-Jazari, atau Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. (muslimheritage.com)


dakwatuna.com – Pernah menonton film RoboCop, Wall-E, Transformers, dan film-film robot yang lain? Beberapa film tersebut mengangkat robot sebagai pemeran utamanya, dan itu hanya sebagian kecil dari banyaknya film robot yang telah dibuat untuk menunjukkan bahwa di masa depan manusia akan hidup berdampingan dengan produk teknologi yang berkembang pesat. Robot merupakan alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, atau menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dahulu, dan tidak dipungkiri lagi, teknologi robot sudah banyak digunakan oleh banyak manusia untuk kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Hal ini diperkuat dengan semakin banyaknya penemuan-penemuan berbasis robotika yang diciptakan oleh inovator-inovator muda dewasa ini.

Pendiri Instagram: Muda, Terberkati, dan Kaya Raya

Written By Admin on Friday, April 13, 2012 | 8:29 AM

TEMPO.CO, California-Ketika Instagram dibeli Facebook senilai Rp 9,1 triliun, orang-orang bertanya siapa di balik aplikasi ini? Instagram, aplikasi berbagi foto, dibuat dua alumnus Universitas Stanford bernama Kevin Systrom dan Mike Krieger.

Situs mercurynews menyebut setelah pembelian Facebook, Kevin dan Mike menolak diwawancarai. Mike, 26 tahun, dan Kevin (28) membuat Instagram pada 2010, empat tahun sejak lulus sarjana strata satu.

"Anda bisa melihat betapa bergairahnya mereka," ujar Rob Abbot, mantan penasihat di Laboratorium Dogpatch. Sebuah laboratorium tempat Kevin pertama kali meluncurkan layanan berbagi lokasi bernama Burbn. Abbot teringat bahwa ia sering menghabiskan waktu di laboratorium bersama Kevin ketika teman-teman yang lain sudah pulang.

Koneksi Internet untuk Laboratorium Hasil Kloning

Written By Admin on Thursday, February 2, 2012 | 2:20 PM

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tulisan sebelumnya yang bertajuk 'Kanibalisme dan Kloning, Kiat Hadapi Keterbatasan Fasilitas'.

Sementara itu, ketika saya mulai menikmati ide yang mudah-mudahan bisa jadi inspirasi "cemerlang" -menurut saya- karena muncul sebuah fenomena di kalangan guru komputer/TIK. Tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa bermaksud merendahkan teman-teman guru, ternyata sebagian dari guru komputer teman-teman saya banyak yang tidak mengetahui tentang teori/praktek LAN apalagi PC Cloning.

Selain itu, tidak sedikit yang belum menguasai seluk beluk hardware komputer. Mungkin wajar, semua itu kembali kepada sarana dan prasarana pendukung pada saat belajar TI dulu. Solusinya adalah "belajar lagi" dengan guru-guru komputer yang memang menguasai materi LAN maupun hardware.

Saya dan teman-teman guru komputer memiliki wadah -sama seperti mata pelajaran lain- untuk bisa berdiskusi, berbagi pengalaman dan membuat program peningkatan mutu pendidikan, yaitu MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Dalam wadah itulah kami berusaha berbagi ilmu tentang TI dan saling melengkapi. Salah satu programnya adalah pelatihan LAN dan hardware bagi guru-guru komputer yang belum atau kurang menguasainya.

Tahun kedua mengajar, segalanya berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Berbagai kemudahan ditemui dengan menggunakan PC Cloning. Mulai dari komputer Pentium 1 yang tidak lagi lambat, dapat nge-print langsung karena semua komputer terhubung dalam satu jaringan, dapat berbagi file, dapat berkomunikasi dengan komputer lain, hingga -saya pribadi- dapat belajar membangun situs sederhana dan mengujicobakan dalam jaringan lokal. Subhanallah...

Waktu terus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan penyempurnaan kurikulum. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, walaupun KBK sekarang sudah tidak diberlakukan, memuat materi yang menurut saya menjadi beban bagi guru maupun pihak sekolah. Materi tersebut adalah internet yang harus diberikan/diajarkan di kelas 9.

Internet dipandang menjadi beban karena 2 hal; Pertama belum menjadi konsumsi yang umum dimasyarakat dan hanya dikonsumsi oleh kalangan yang terbatas termasuk gurunya. Kedua tidak diimbangi dengan fasilitas atau paling tidak diberikan kemudahan untuk menyediakan fasilitas internet untuk sekolah.

Dua hal di atas menjadi kendala yang menyebabkan materi tersebut sulit untuk disampaikan secara ideal. Salah satu solusi adalah dengan mengajarkannya secara offline dengan segala keterbatasannya. Namun untuk memberikan serta mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan hal tersebut, internet cepat atau lambat menjadi sebuah keharusan dan menjadi bagian dari sistem pendidikan.

Melihat tuntutan kurikulum dan perkembangan teknologi komunikasi disertai tanggung jawab sebagai seorang guru komputer/TIK, saya tidak bisa tinggal diam dengan situasi yang tengah terjadi. Maka mulailah saya mencari informasi sebanyak-banyaknya, seperti dahulu mencari informasi PC Cloning, mengenai internet, ISP, instalasi, layanan, tarif, kelebihan, manfaat dan sebagainya. Dengan modal Rp. 4.000 cukuplah untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan di warnet.

Dengan informasi yang diperoleh saya akhirnya memutuskan untuk kembali mengajukan permohonan agar pihak sekolah menyediakan koneksi internet guna keberlangsungan proses belajar mengajar -komputer/TIK- yang ideal. Asumsi awal yang dibangun terhadap pihak sekolah adalah bahwa hal tersebut tidak akan merugikan secara materi pihak sekolah.

Kenapa bisa demikian? Karena selain untuk belajar koneksi internet juga dimanfaatkan sebagai warnet pada jam istirahat belajar. Pemasukan dari hasil warnet dapat menutupi biaya akses internet per bulannya walaupun cuma impas. Dengan asumsi awal tersebut pihak sekolah bersedia mengabulkan permohonan saya.

Alumni STM yang sebelumnya saya ceritakanlah yang akhirnya kembali membantu saya untuk membuat Lab. Komputer saya sekarang untuk bisa terkoneksi dengan internet. Tugasnya adalah men-setting dan menginstalasi, sedangkan saya sebelumnya harus mengurus registrasi koneksi internet hingga selesai. Dari mulai registrasi hingga koneksi tersambung ke semua komputer hanya memakan waktu sepekan dan semuanya bisa langsung dimanfaatkan, karena sebelumnya sudah merupakan LAN (Local Area Network). Jadilah Lab. Komputer yang ada sekarang bertambah lengkap dengan koneksi internet. Alhamdulillah...

Sebagai pelengkap informasi, hal-hal yang perlu diantisipasi dari awal adalah; Pertama, membatasi pemakaian, dalam hal ini download dan upload, karena berhubungan dengan biaya. Saya menggunakan layanan yang masih limited karena keterbatasan anggaran, kecuali jika mampu untuk menggunakan layanan unlimited.

Kedua, menghitung tarif/biaya sewa agar dapat membayar biaya berlangganan setiap bulannya. Sekolah tempat saya mengajar menggunakan sistem full day school, dengan kata lain waktu yang dimiliki untuk menggunakan warnet pada jam istirahat sangat sedikit ditambah batasan pengguna yang boleh hanya kalangan internal sekolah. Sehingga harus benar-benar teliti dalam menghitung pemasukan dan pengeluaran agar tidak rugi. Ketiga, harus ada filter terhadap alamat situs yang berdampak negatif terhadap pengguna.

Singkat cerita, Lab. Komputer tempat saya bekerja sehari-hari kini telah berkembang jauh lebih baik dari pertama kali saya masuk ruangan tersebut. Kini Lab. Komputer sekolah yang saya kelola telah berubah menjadi ber-AC, berkarpet, bermeja komputer yang sangat bagus, berjumlah dua puluh unit Pentium 2, walaupun masih dengan teknologi PC Cloning, bermonitor baru, berserver dua unit, berprinter, berscanner, dan berinternet. Alhamdulillah.

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/25/time/095727/idnews/642545/idkanal/450

Kanibalisme dan Kloning, Kiat Hadapi Keterbatasan Fasilitas

(Artikel ini di-publish pada tahun 2006 di detik.com sebagai salah satu tulisan terbaik dalam program "Smart Teacher").

Cerita ini berawal ketika tiga tahun lalu saya mulai bekerja sebagai seorang staf pengajar alias guru komputer atau dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), guru teknologi informasi & komunikasi (TIK) pada sebuah SMP Islam Terpadu di kawasan Bekasi. Sebuah sekolah yang notabene cukup ternama dan terpandang di Bekasi.

Namun sebagaimana sekolah lain yang juga sama-sama sedang berkembang fasilitas sarana belajar yang dimiliki boleh dibilang belum memadai. Sesungguhnya komentar tersebut telontar dari sudut pandang seorang guru komputer baru, yang harus mengajar dengan tiga buah komputer Pentium 1 second di ruangan yang sedikit berdebu karena sudah lama tidak aktif.

Sebenarnya ada sepuluh unit komputer Pentium 1 second berbagai merk beserta monitor dan meja komputer desain sendiri, namun dari sepuluh unit tersebut hanya tiga unit yang dapat berfungsi dengan baik, sisanya harus menempuh proses "kanibal" untuk dapat kembali "hidup".
Pekerjaan pertama saya sebagai guru baru adalah membuat "hidup" tujuh unit komputer yang sedang "mati suri". Akhirnya dengan bekal pelatihan merakit komputer sewaktu masih kuliah, Alhamdulillah berhasil menghidupkan empat unit komputer, sedangkan tiga unit lainnya terpaksa jadi barang rongsokan.

Untuk dapat mengajar dengan baik, sementara ini dibutuhkan tiga unit lagi untuk menggenapkannya menjadi sepuluh unit, karena rata-rata jumlah siswa per kelas adalah tiga puluh orang siswa, jadi paling tidak satu unit komputer dapat dipakai tiga orang siswa. Tiga unit kekurangannya saya minta dilengkapi supaya proses belajar mengajar dapat berjalan dengan "nyaman".

Tanpa menunggu waktu yang lama Pentium 1 second sebanyak tiga buah akhirnya melengkapi laboratorium komputer saya. Oh, ya. Saya bangga juga sekarang sudah punya ruangan yang bisa disebut sebagai laboratorium walau sedikit berdebu karena tanpa AC juga karena jarang dibersihkan oleh bagian kebersihan.

Tahun pertama mengajar, ya menggunakan sepuluh unit komputer yang stand alone itu. Sebuah kesulitan tersendiri karena banyak siswa yang cukup antusias dengan teknologi komputer sementara sarana terbatas. Yang melengkapi kesulitannya adalah, rata-rata siswa memiliki komputer setara Pentium 4 di rumahnya, sehingga muncul suara riuh saat mengajar manakala komputer mulai "lemot".

"Pak, Pak, gimana nih, kok lambat sih..."

"Ngelek nih..." celetuk mereka. Wuih, berat juga rasanya mengajar dengan kondisi seperti itu, sendiri pula. Bolak-balik kesana kemari.

"Pak, Pak... kalo ini caranya, gimana... Pak, Pak... seperti ini betul kan ? Pak, Pak, ke sini dong, ajarin, nggak tau nih, kok bisa begini sih..."

Muncul pikiran dalam benak bahwa kondisi seperti ini tidak boleh terus berlanjut, tapi mau gimana? Hingga suatu saat terlintas sebuah ide, "PC Cloning". Sebuah teknologi yang kurang familiar bagi sebagian orang, tapi mungkin bisa jadi solusi.

PC Cloning adalah membuat komputer menjadi lebih "ngebut" dengan dibantu sebuah server sebagai induknya. Pentium 1 bisa jadi secepat Pentium 4 jika induknya Pentium 4. Kalo tidak salah, katanya sih begitu, tapi siapa yang bisa ya? Berapa biayanya?

Sebagai ilustrasi tambahan, harga 1 unit komputer Pentium 4 adalah sekitar Rp. 5 juta, 10 unit berarti Rp 50 juta, wow banyak juga. Kalo di Cloning, harga 1 unit "server-serveran" sekitar Rp. 7 juta, instalasi dll sekitar Rp. 3 juta, total 10 juta berarti bisa hemat 40 juta, wow bisa buat beli rumah tipe 21 nih. Hitungan sederhana, tapi mudah-mudahan tidak jauh meleset dari perkiraan.

Berbekal koneksi kenalan dan teman-teman yang mengerti komputer, mulailah saya mencari informasi tentang PC Cloning dan ahlinya. Sampai akhirnya dipertemukan dengan seorang alumni dari STM tempat saya sekolah dulu. Ternyata berbekal lulus STM (STM favorit di Rawamangun), dia katanya mampu belajar mandiri secara otodidak dalam mempelajari PC Cloning, luar biasa.

Mulailah saya berkonsultasi dan berdiskusi tentang ide dan realisasinya. Ternyata semua bisa diatur, tidak ada masalah dan yang tidak kalah luar biasa biayanya tidak jauh meleset dari perkiraan.

Tanpa banyak pertimbangan, saya mulai membuat rancangan proposal pengajuan dana tentang PC Cloning. Tidak lupa saya jelaskan kelebihan dan perbandingan, untuk memperkuat analisa ilmiah dalam isi proposal. Tanpa banyak pertimbangan pula ternyata proposal saya disetujui karena memang argumen dan analisanya sangat bisa dipertanggungjawabkan. Alhamdulillah.

Pekerjaan "menyulap" Pentium 1 jadi Pentium 4 pun dimulai. Belanja "server" Pentium 4, kabel UTP + connector RJ45, Switch, LAN Card yang ada Boot ROM-nya, dan lain-lain. Dalam 3 hari instalasi hardware dan software, termasuk LAN PC Cloning bagian dari teknologi jaringan atau LAN semuanya rampung dan sudah dapat diuji coba.

Dengan perasaan dag dig dug, harap-harap cemas bercampur senang, akhirnya komputer lawas dan berdebu, Pentium 1 second 166 Mhz dengan RAM 32 tanpa harddisk setelah di "sulap" ternyata mampu menjalankan Windows Xp dengan segala software pelengkap tanpa banyak keluhan bisa "ngebut". Luar biasa, Alhamdulillah.


(bersambung.....)

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/18/time/120101/idnews/637911/idkanal/450

Video Profil LPIT TBZ

 
Support : www.thariq.com | re-Design by adi-tbz
Copyright © 2011. SMPIT Thariq Bin Ziyad - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger