SMPIT Thariq Bin Ziyad: Islami
Headlines News :
Menguatkan Simpul Akhlak, Al-Quran, Akademik Dan Bahasa Menuju Trendsetter Sekolah Islam Unggulan

BERITA TERBARU

Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Bagaimana Proses Berkurban di SMPIT Thariq bin Ziyad?

Written By Unknown on Wednesday, September 14, 2016 | 6:31 PM

Sapi pertama siap disembelih

Sapi kedua yang sedikit mengamuk saat diikat kakinya
Tempat eksekusi para sapi dan kambing

   Udara pagi menyambut selasa, 13 September 2016. Di saat yang lain masih sibuk bergelung di bawah selimut, 2 sapi dan 5 kambing sudah bersiap untuk disembelih. Pukul 06.00 pagi di belakang ruang pak guru, sekitar tujuh orang dan satu algojo mulai menyembelih sapi pertama atas nama: 

1. Pak Kalimi                    5. Ibu Ulan
2. Pak Kosim                    6. Pak Sunar Adi Wibowo
3. Pak Abdurahim           7. Mei Farah A. (8B)
4. Pak Husein. 

Sapi kedua atas nama:

1. Ibu  Tukiyati                 5. Pak Wisnu  
2. M. Keenant (8H)         6. Panca Putra Setia       
3. Jobim Ahmed I. (7F)   7. Ronan Nazwan (9G)
4. Ibrahim Abrar (7F)

Ketika sedang disembelih, sapi pertama mengamuk dan hampir berdiri dengan kepala nyaris putus. Pun sapi kedua mengamuk saat kakinya diikat. Tapi akhirnya mereka berhasil disembelih.

 Setelah itu, gilliran kambing yang disembelih atas nama:

1. Deandra Nur A. (8C)
2. Ulayya Salma (9C)
3. M. Rizal Al-kahfi
4. Wiwin Subiati

 Penyembelihan berjalan lancar sampai pukul 07.30 pagi. Sapi dan kambing yang sudah disembelih dibawa ke lapangan kecil depan 9A. Beralaskan terpal biru, sapi dan kambing dikuliti dan dipotong. Kambing digantung di atas gawang dan dikuliti. Pak guru, Pak Satpam sampai para K3 ikut memotong. Pemotongan berlangsung lumayan lama. Semua sibuk dengan pisau atau kapak masing-masing.
Kepala sapi
Pemotongan yang sedang berlangsung
Di sisi lain, ibu guru tak kalah semangat. Mereka mengolah dan meracik daging-daging yang sudah dipotong sambil mengobrol ringan. Biasanya mereka membuat sup daging yang nikmat dan hangat.

Ibu guru yang sedang memotong

  Selain diolah menjadi sup, 1/3 daging lainnya dimasukkan ke dalam kantong plastik kepada warga sekitar dan orang-orang yang membutuhkan.

Hukum berkurban adalah Sunah Muakad. Yaitu Sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat. Sifatnya, hampir mendekati Wajib.  Allah SWT berfirman dalam surah Al-Kausar: "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah)". 

(FR & FAR/a)

WISUDA HAFIZH QUR'AN 2016 SMPIT TBZ

Written By Admin on Monday, May 23, 2016 | 9:08 AM


Wisudawan yang sedang duduk rapi sambil berdoa dan berdhikir (Dhiaulhaq Salman)


SMPIT Thariq bin Ziyad - Wisuda Al-Qur'an merupakan acara yang diselenggarakan sekolah untuk memberi motivasi lebih dan penghargaan kepada siswa-siswi yang sudah menghafalkan Al-Quran nya dalam setahun. Karena memang acara ini diselenggarakan setiap setahun sekali di Lapangan SMPIT Thariq bin Ziyad. Wisuda kali ini bertemakan "Al-Qur'an Benteng Utama dari Dekadensi Moral". yang akan dibicarakan oleh Ustadz Dr. H. Atabik Luthfi, Lc, MA. (21/05/2016)

Wisuda Al-Qur'an ini dimulai dengan Tilawah oleh beberapa sahabat kita yaitu Sarah kelas 7A yang membacakan Surah An-Naba, Lutfi (8F) Surah Al-Muzzamil, dan Ka Nadia (9A) Surat Ar-Rahman. 
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang mereka bacakan membawa hawa-hawa positif bagi kami yang menyebabkan kami menjadi lebih bersemangat dan tidak ngantuk tentunya. Karena acara selanjutnya adalah Tausiyah dari Ustadz Atabik Luthfi.

Sebelum beranjak kesitu, mungkin dari kalian masih banyak yang belum mengerti apasih  "Dekadensi Moral" itu. Dekadensi Moral itu adalah suatu bentuk penurunan sikap atau moral yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Seperti Pengaruh Budaya Asing yang tak baik, salah bergaul, media-media yang merusak otak, pesatnya perkembangan teknologi, dan kurangnya pengetahuan agama.

Kenapa pesatnya perkembangan teknologi itu bisa menyebabkan Dekadensi Moral? Karena disamping banyaknya manfaat yang ada, teknologi bisa menjadi penghancur umat Islam secara tidak langsung. Kita ambil contoh saja, dulu anak-anak muda setelah sholat magrib sibuk mengaji, tapi sekarang mereka lebih sering memegang gadgetnya daripadanya Qur'annya. Itu hanya sedikit contoh bahwa teknologi dapat menyebabkan Dekadensi Moral.

Di Tausiyah Ustadz Atabik Luthfi, beliau menyampaikan bahwa 
"Al-Qur'an merupakan Hisnul Hasyim yang berarti bentengnya para benteng. Itu terdapat dalam Surah Asy-Syura ayat 52, 'Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kami benar benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus' Jadi selain kita harus menghafalkannya kita juga harus memahami isi kandungan dari Al-Qur'an tersebut"

Setelah itu ada beberapa sambutan dari kepala sekolah SMPIT Thariq bin Ziyad , Pak Kalimi. Kata-kata beliau yang paling saya ingat adalah "Menghafal itu gampang, cuma.. 'menjaga' hafalan itulah yang susah. Jadi bapa mengingatkan kepada semua yang ada disini, Ayoklah sama-sama mungkin abis magrib atau yang penting pas dirumah lah. Setor hafalan yang sudah kalian hafalkan ke orang tuamu. Orang tua juga dimohon kerjasamanya karena ini penting sekali"

Tak begitu berbeda dengan "Thariq Carnival" di Wisuda Qur'an kali ini juga ada loh bintang tamu nya. Ya tentunya masih yang berbau islami islami gitu. Inilah dia saya perkenalkan bintang bintang tamunya.

- Bintang Tamu yang pertama datang dari kelas 8A.

 
Dari kiri ke kanan ( Sasha, Hanaa, Zamaya, Enggar, Nida ) Mereka bersenandung Asmaul Husna. 

- Bintang tamu yang kedua datang dari kelas 8B. 

Dari kiri ke kanan ( Nyimas, Okta, Salsabila ) Mereka membawakan nasyid yang berjudul "Demi Matahari"
Setelah ada bintang tamu itu, tibalah kita ke penghujung acaranya. Yaitu Prosesi Wisuda tahun 2015/2016. Tidak susah, kita hanya duduk rapi seperti biasa dan menunggu nama kita dipanggil.  Bergiliran dari yang Hafalannya 1 Juz ( 30-29-27-28-1 ), 2 Juz ( 30&29, 29&27, 27&1, 28&1 ), 3 Juz, 4 Juz, 5 Juz, 6 Juz, Bahkan ada yang hafalannya sampai 7 Juz loh. Subhanallah sekali siswa-siswi SMPIT Thariq bin Ziyad ini. 

Setelah prosesi wisuda ada Ustadz Nur Kosim yang akan memimpin janji atau ikrar. Peserta dimohon untuk berdiri dan mengikutinya. Kemudian ada Pak Ma'mun Salman , Pak Kalimi, dan Ustadz Nur Kosim yang akan memberikan beasiswa untuk siswa-siswi yang berprestasi dalam hal menghafal Qur'an

Diantara beasiswa beasiswa berikut ada :
- Rp. 1.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 3 Juz
- Rp. 2.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 4 Juz
- Rp. 3.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 5 Juz
- Rp. 4.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 6 Juz
- Rp. 5.000.000,- Untuk yang hafalannya sudah 7 Juz.

Dan diantara semua itu ada yang hafalannya terbaik, dan juga tercepat dalam setahun. Ini dia nama-namanya :

- Juz 30, dengan total nilai sebesar 495, diraih oleh Muhammad Faiq Ilhaq 7E
- Juz 29, dengan total nilai sebesar 498, diraih oleh Izzan Musyafa 7H
- Juz 27, dengan total nilai sebesar 495, diraih oleh Sarah 7A
- Juz 2 , dengan total nilai "500'! , diraih oleh Ka Ashila 9A.

Waw, Subhanallah bukan? nilai-nilai ini diambil dari beberapa sisi, Untuk "Makhroj" diberi poin 20, Mad poinnya 15, Ghunnah poinnya 15, Lancar poinnya 50. Dan ada 3 sesi untuk diuji saat sertifikasi.
Yaitu ada :

- Membaca Surat Pilihan, disini kita bisa memilih terserah surah apa yang akan kita baca sampai si penguji memberikan isyarat stop.
- Melanjutkan ayat, disini kita akan diberi soal yang ayatnya berada di awal Juz, Tengah, Juz, dan Akhir Juz. 
- Yang terakhir adalah melanjutkaan Surah. Disini kita akan dites akhir ayat dari sebuah surah, dan kita harus melanjutkan ke surah berikutnya.
 
Dengan Hafalan tercepat dalam setahun disini ada Sarah dari kelas 7A.
Dia menghafal 3 Juz dalam setahun dan dia masih kelas 7. Bayangkan saja setahun bisa 3 Juz, jika dia masih ada 2 tahun lagi di Thariq, dia bisa menghafalkan 9 Juz untuk 3 tahun. Semoga dia bisa konsisten dalam menghafal Qur'an Ya Allah.. Aamiin

Mau tau ga si rahasianya apa? Dia sempat bilang kalo "Saya menghafal setengah halaman tiap harinya, dan motivasi saya selama menghafal adalah sangat sangat ingin membanggakan orang tua saya dengan menjadikan saya seorang Hafidhul Qur'an "

Subhanallah...

" Yok sama-sama Perbanyak hafalan Qur'an... Gapeduli tua atau muda selagi masih ada kesempatan, mau tunggu apalagi? " 

(ANA)

30 Maret, Lahirnya Muhammad Al Fatih Sang Pembebas Konstantinopel

Written By Admin on Wednesday, March 30, 2016 | 9:47 AM

Hari ini, 584 tahun silam, tepatnya 30 Maret 1432, lahirnya seorang bayi laki-laki yang pernah dijanjikan Rasulullah saw akan menaklukkan Ibu Kota Kerajaan Romawi saat itu, Konstantinopel. 

“Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya. Dan, sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.” (HR Ahmad).  

Bayi laki-laki itu adalah Mehmed II yang lebih dikenal sebagai Muhammad Al Fatih. Ia lahir di Edirne, saat itu merupakan Ibu Kota Kesultanan Utsmani. Al Fatih lahir pada 30 Maret 1432 --sebagian riwayat menyebut Al Fatih lahir pada 3 Maret 1432-- dari pasangan Sultan Murad II (1404-1451) dan Valide Sultan huma Hatun. 

Sejak belia, ia yang memiliki nama kecil Mehmed Celebi itu dibanjiri fasilitas pendidikan yang sangat tinggi. Banyak guru yang mendidiknya, namun yang paling dekat dengannya adalah Syaikh Ahmad bin Ismail Al-Kurani dan Syaikh Aaq Syamsuddin. Lewat tempaan murabbinya ini, impian Al Fatih memenuhi bisyarah (janji) Rasulullah saw terus terjaga dan kian merekah.

Masa Kecil Mehmed Celebi Dididik Guru Terbaik

Selain mengajarkan Islam dan berbagai ilmu pengetahuan lain, gurunya itu juga rajin mengajak Al Fatih kecil memandangi benteng Konstantinopel dari kejauhan sembari berkata, “Lihatlah di seberang sana, Rasulullah saw pernah bersabda benteng itu akan ditaklukkan seorang pemimpin yang merupakan sebaik-baiknya pemimpin dan tentaranya adalah sebaik-baiknya tentara. Saya percaya, pemimpin itu adalah kamu.”

Kalimat itu diucapkan Syaikh Syamsuddin berulang kali tanpa bosan. Kalimat itu pula yang menumbuhkan keyakinan dan semangat di dalam diri Al Fatih walaupun lebih dari 800 tahun sejak Rasulullah saw menyatakan sabdanya, Konstantinopel belum mampu dibebaskan.

Sebetulnya, dalam kurun waktu delapan abad itu para khalifah dan pemimpin Islam pun selalu berusaha menaklukkan Kostantinopel. Usaha pertama dilancarkan di zaman Muawiyah bin Abu Sufyan RA. Upaya serupa dilakukan di zaman Khilafah Umayah, Pemerintahan Abbasiyyah, hingga Khalifah Harun al-Rasyid. Tetapi semua usaha itu gagal.

Konstantinopel nyaris dibebaskan umat Muslim lebih cepat di zaman Sultan Yildrim Beyazid. Kesultanan Utsmani sempat membuat kesepakatan dengan Kerajaan Seljuk, kerajaan kecil di Asia Timur (Anatolia). Pemimpin Kerajaan Seljuk, Alp Arslan (455-465 H/1063-1072 M) berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonos, pada 463 H/1070 M. Akibatnya sebagian besar wilayah Kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Seljuk.

Kerja sama Utsmani dengan Seljuk sempat memberikan harapan Konstantinopel akan dibebaskan lebih cepat. Sultan Beyazid mengepung Konstantinopel pada 796 H/1393 M dan memaksa Kaisar Bizantium menyerahkan 'Ibu Kota Dunia' itu secara aman kepada umat Islam. Tetapi usaha itu gagal karena datangnya bantuan dari Eropa dan serbuan bangsa Mongol di bawah pimpinan Timur Leng.

Impian Kesultanan Utsmani membebaskan Konstantinopel terus terjaga. Diwarisi dari satu sultan ke sultan lainnya. Hingga impian itu pun juga digenggam Al Fatih yang menjadi sultan Utsmani ketujuh.Bisyarah Rasulullah di perang Khandak itu pun terpenuhi oleh Al Fatih.

Naik Tahta di Usia Belia

Di usia sekitar 11 atau 12 tahun, ia dikirim ayahnya ke sebuah kota Amasya untuk menjadi gubernur. Tak sampai satu tahun, ayahnya mengundurkan diri sebagai Sultan dan menyerahkan tampuk kesultanan kepada Al Fatih.

Pemikiran Sultan Murad II sangat terpengaruh oleh pemikiran ulama-ulama Islam kala itu, khususnya oleh pemikiran penasihat terdekatnya, Molla Gurani, serta Syaikh Syamsuddin yang di kemudian hari mendorongnya untuk menaklukkan Konstantinopel.

Di tahun pertamanya naik tahta, Kekaisaran Hungaria menyerang dan melanggar perjanjian gencatan senjata. Ia sempat kewalahan dan meminta ayahnya kembali menjadi Sultan untuk memimpin pasukan.

Namun ayahnya menolak karena telah memutuskan untuk menjalani hidup tenang di Barat Daya Anatolia. Mehmed II yang marah kemudian mengirimkan surat kepada ayahnya.

"Bila ayah adalah Sultannya, datanglah dan pimpinlah pasukan ayah. Bila aku adalah Sultannya, aku memerintahkan ayah untuk datang dan memimpin pasukanku." Murad II tergugah, datang membantu, dan memenangkan Pertempuran Varna yang dimulai pada 10 November 1444.

Pemimpin Terbaik untuk Pasukannya

Umurnya belum genap 20 tahun saat dilantik menjadi khalifah. Namun, Al Fatih tanpa ragu-ragu langsung memantapkan diri untuk membebaskan ibu kota Romawi Timur, Konstantinopel. Tapi bukan perkara mudah menaklukkan Konstantinopel.

Pengambilan keputusan itu jelas perlu keberanian tinggi. Alasannya, puluhan sultan yang hendak menaklukkan Konstantinopel selalu gagal. Ditambah bujukan pejabat Utsmani yang membisiki Al Fatih jika mereka takkan sanggup melawan aliansi Romawi Timur dan negara-negara Eropa.

Keberanian Muhammad II juga terbukti di lapangan. Beliau benar-benar berada di antara pasukan Muslim dan musuh. Padahal, mereka hanya berjarak puluhan meter. Lalu, karena Konstantinopel dikelilingi laut, maka saat melakukan itu guna memompa semangat juang pasukannya, beliau menceburkan diri bersama kudanya hingga permukaan laut mencapai dada kudanya.

Bahkan, saat berjihad di kawasan Balkan (Bosnia, Serbia, Kroasia, dan lain-lain) beberapa tahun kemudian, setelah pasukan beliau sempat dipukul mundur oleh pasukan musuh yang menghadang dengan meriam-meriam di balik pepohonan, Muhammad II berinisiatif memacu kudanya secepat mungkin mencapai hutan, tempat musuh berada. Tindakan yang diikuti serdadunya itu membuat musuh tidak sempat lagi menghujani mereka dengan mortir.

Al Fatih seorang pemimpin umat terbaik. Pemimpin yang mempunyai keberanian melebihi orang yang paling berani dari rakyatnya, bahkan tentaranya.

Ia berani membuat keputusan, berani mempersiapkan dan mempertahankannya hingga berhasil, dan berani melawan siapa dan apa pun yang menghadang, termasuk meriam sekalipun. Bagaimanapun, "Sesungguhnya imam (pemimpin/ kepala pemerintahan) itu seperti perisai (bagi rakyatnya)." (HR Muslim). Perisai berfungsi melindungi, dan selalu lebih dulu menghadapi ancaman dan serangan.

Pembebasan Konstantinopel

Pengepungan Konstantinopel berlangsung selama 53 hari. Sekitar 250 ribu tentara dikerahkan Al Fatih. Termasuk janissary, pasukan elite Kesultanan Ustmani.

Pengepungan selama hampir dua bulan itu menguras banyak biaya, tenaga, dan emosi. Sebab, bukan perkara mudah menaklukkan Konstantinopel yang dijuluk 'Kota dengan Pertahanan Terbaik' di abad pertengahan.

Seluruh wilayah kota Konstantinopel dibatasi laut, kecuali sebelah barat. Sedangkan tujuh kilometer tembok benteng wilayah baratnya terdiri dari tiga lapis tembok yang dikenal dengan nama tembok theodosius. Tembok ini terbentang dari teluk Tanduk Emas (GoldenHorn) hingga laut Marmara.

Bagian terdalam tembok benteng sebelah barat yang bersentuhan langsung dengan kota bernama tembok Mega Teichos atau tembok dalam. Tingginya tak main-main, 18-20 meter dengan ketebalan tembok lima meter.

Bagian tembok kedua dikenal dengan nama mikron teichos atau tembok luar. Di antara tembok dalam dan tembok luar terdapat peribolos atau teras selebar 15-20 meter dengan tinggi lima meter. Sedangkan tembok sebelah utaranya tepat di wilayah perairan teluk Tanduk Emas sangat rentang akan serangan.

Tetapi Kekaisaran Romawi sadar akan kelemahan itu membentangkan rantai besi raksasa sepanjang 275 meter untuk menutup akses ke teluk Tanduk Emas (Golden Horn). Rantai ini diikat pada menara Euginius sebelah selatan dan pada tembok Castellion di Galata sebelah utara Konstantinopel, sempurna menahan kapal-kapal yang ingin menyerang Konstantinopel.

Menggotong Kapal Melewati Pegunungan

Setelah berkali-kali gagal menjebol tembok benteng, Al Fatih memanfaatkan celah di Tanduk Emas untuk menyerang. Pasukan Romawi terlalu yakin, tentara Muslim tidak akan sanggup melewati rantai besi yang diklaim sebagai pertahanan sempurna.

Ide cerdas yang tidak pernah terpikirkan pun dilontarkan Al Fatih. Sultan memerintahkan pasukannya menarik dan menggotong kapal mereka melalui jalan darat, melewati pegunungan tak lagi berlayar melewati laut untuk menghindari rantai besi.

Dalam semalam 70 kapal laut pindah dari selat Bosphorus menuju selat Tanduk, untuk kemudian melancarkan serangan tidak terduga yang berakhir dengan kemenangan yang dinanti berabad-abad.

Lewat serangan pamungkas tersebut, sebelum azan Subuh berkumandang pada 29 Mei 1453, Konstantinopel berhasil dibebaskan kaum Muslimin lewat kepemimpinan Al Fatih. Usianya saat itu 21 tahun kurang satu hari.

Ketika memasuki gerbang Kota Konstantinopel, sembari mengagumi dan bersyukur, Sultan yang menguasai enam bahasa itu berucap, "Aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kemenangan yang gemilang ini. Akan tetapi, aku juga berdoa kepada-Nya agar Dia mengizinkanku hidup lebih lama lagi untuk mengepung dan menaklukkan Roma Lama sebagaimana aku memiliki Roma Baru (Konstantinopel)."

Sultan Menjamin Keamanan Non-Muslim

Sultan menyampaikan pesan kepada tentaranya untuk tidak membunuh anak-anak dan perempuan serta melindungi masyarakat agar diberlakukan dengan baik dan lemah lembut. Ia memberikan toleransi dan kebebasan kepada siapa pun yang ingin tinggal di kota tersebut.

Bahkan, ketika memasuki Hagia Sophia yang sudah dipenuhi rakyat Konstantinopel, Ia berkata, "Jangan khawatir. Mulai sekarang, harta dan nasib kalian menjadi bagian dari kami (umat Muslim). Kalian bebas untuk hidup sesuai keimanan kalian."

Hagia Sophia kemudian menjadi masjid dan menjadi Shalat Jumat pertama umat Muslim di Konstantinopel. Al Fatih juga mengubah nama Konstantinopel menjadi Islambul yang berarti kota Islam. Tetapi Mustafa Kemal Attaruk mengganti menjadi Istanbul dan nama itu lebih dikenal hingga sekarang.

Konstantinopel pun dibangun Al Fatih dengan gaya Eropa dan Arab. Salah satu bangunan yang dibangun Al Fatih adalah Istana Topkapi yang menjadi simbol kedamaian Islam.

Wafatnya Al Fatih Jadi Kabar Gembira Eropa

Usai menaklukkan Konstantinopel, Al Fatih tidak berpuas diri. Penaklukkan demi penaklukkan terus dilakukan ke wilayah Eropa. Target utamanya adalah Roma, kota kedua yang dijanjikan Rasulullah akan dibebaskan umat Islam setelah Konstantinopel. Kegigihan Al Fatih itu menggetarkan para pemimpin wilayah-wilayah Eropa.

Pada 1470, Al Fatih sudah menderita sakit radang sendi. Muhammad Al Fatih pun menutup usia pada 3 Mei 1481 di usia 49 tahun.

Wafatnya Al Fatih menjadi kabar gembira untuk seantero Eropa. La grande aquila e morto (elang perkasa sudah mati), bunyi surat yang disampaikan ke Roma.
Ia pun digantikan anak tertuanyam Bayezid II. Selama pemerintahannya, Bayezid II menguatkan Kekaisaran Ottoman dan menggagalkan Pemberontakan Safawi.

sumber : republika.co.id
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Karta Raharja Ucu

DULU DIKIRA, TAPI AH TERNYATA .......

Written By Admin on Thursday, February 25, 2016 | 7:38 AM


DULU DIKIRA yang keren itu kalau bisa melafadzkan hermes, chanel atau louis vuitton dengan benar..., TAPI ternyata apalah artinya saat gak bisa bedakan lafadz huruf hijaiyah 'da' dan 'dza', 'ta' dan 'tsa', juga 'sya' dan 'sha'..., apalagi sampai usia segini belum bisa ngaji tartil...

DULU DIKIRA yang keren itu kalo bisa naik pesawat melancong keluar negeri lalu foto2 di berbagai negara, napak tilas artis2 terkenal..., TAPI ternyata apalah artinya saat gak pernah mengunjungi Baitullaah dan Masjid Rasulullaah..., dan usia keburu habis tak bisa dikembalikan...

DULU DIKIRA yang keren itu kalau anak masih kecil bisa bahasa asing.. bhs inggris.., fasih nyanyiin lagu barat.., sehari2 tinggal di Indonesia dengan bahasa ibu bahasa asing..., TAPI ternyata apalah artinya saat ditanya siapa penciptanya bahkan anak gak bisa menyebut Allah dengan lantang...asing dengan doa sehari2 seolah gak pernah hidup untuk ibadah...

DULU DIKIRA yang keren itu kalau suami istri matching kemana2 serasi.., dandanan mesti maksimal.., TAPI ternyata apalah artinya jika gak jadi partner untuk perkara akhirat.., gak saling tolong dan menasihati dalam perkara agama.., lebih pentingkan penampilan dibanding hakikat suami istri yang sesungguhnya...

DULU DIKIRA yang keren itu kalau rumah bagus..ala rancangan arsitek yang kekinian.., TAPI ternyata apalah artinya jika yang paling dibenci adalah pengeluaran untuk pembangunan rumah2 secara mubazir.., apalagi jika di dalamnya tidak dipenuhi dengan ibadah dan jarang dibacakan ayat2 Allah...

DULU DIKIRA yang keren itu kalau toilet mewah dan closet duduk..ala hotel dan rumah orang berada..., TAPI ternyata apalah artinya jika itu berlawanan dengan perintah Nabi kita yang justru lebih tahu perkara yang baik bagi umatnya dunia akhirat.., dan sungguh toilet itu rumahnya setan...betah berlama2 disana artinya betah di rumah setan...

DULU DIKIRA yang keren itu kalau tahu table manners.. makan steak dgn pisau di kanan dan garpu di tangan kiri.., makan gorengan di tangan kanan dengan cabe rawit di tangan kiri pun perkara sepele yang salah tapi sering dikerjakan..., TAPI ah ternyata makan secara islami tidak mengajarkan demikian..., makanlah dengan tangan kanan karena yang makan dengan tangan kiri adalah setan...

DULU DIKIRA yang keren itu kalau weekend jalan2 dengan keluarga ke mall atau tempat rekreasi lainnya..harmonis...TAPI akankah berkumpul kelak di akhirat jika suami hanya mengajak istri dan keluarga pada hal2 keduniaan lupa pada hakikat hidup yang sebenarnya... suami bahkan tidak tahu jika selama ini istrinya belum tahu cara wudhu yg benar...!

DULU DIKIRA yang keren itu yang sekolah tinggi...dengan gelar sejembreng..., TAPI ah subhanallah..sekarang sudah terbukti satu persatu bahwa hal2 tersebut justru menjerumuskan pada keburukan dan kecacatan akidah...,
Apalah artinya pengorbanan uang tenaga waktu jika yang didapat tidak bisa menyelamatkanmu dari adzab Allah..., malah dengan akal pemberian Rabbmu kau putar balik perintah2Nya menjadi sesuai hawa nafsumu sendiri...

DULU DIKIRA yang keren itu banyak lagi..., TAPI semua ternyata gak ada artinya jika tidak sejalan dengan perintah Allah dan RasulNya. Apalagi jika jelas2 bertentangan...

AH TERNYATA,
Dunia ini menipu .......

Dunia ini senda gurau belaka.

Segeralah menyerah pada Rabbmu,

Sebelum kau tertipu lebih banyak lagi... (Ampuni kami, hambaMu ya Allah..)


sumber : Broadcast WhatsApp

Hadits Keempat Puluh

Written By Admin on Monday, March 23, 2015 | 12:46 PM



Hadits Keempat Puluh

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .
[رواه البخاري]


Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “
(Riwayat Bukhori)


Pelajaran :
1.        Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya.
2.        Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu.
3.        Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan akhirat.
4.        Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat.
5.        Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya.
6.        Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.
7.        Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh.
8.        Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.

sumber : https://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-40-hiduplah-laksana-pengembara/

Kisah Risqa, Akhwat 17 Tahun Yang Mampu Hafal 1 Juz Perhari

Written By Admin on Tuesday, February 10, 2015 | 8:32 AM

Risqa. Gadis berusia 17 tahun itu datang ke Al-Hikmah dengan hanya membawa hafalan kurang dari satu juz. Juz 30 yang belum rampung itulah modalnya saat resmi diterima sebagai santri Al-Hikmah Bogor pada pertengahan bulan November 2014.

Dua bulan kemudian hafalannya melesat menjadi 10 juz. Sangat mengagetkan karena 10 juz itu bukan sekedar setoran saja, namun juga berikut muroja’ahnya. Ia mentasmi’kan seluruh setorannya yang 10 juz tersebut.

Saya takjub dengan pencapaiannya, bahkan suami saya sebagai perancang metodenya, merasa tak percaya. Karena dalam dua bulan pertamanya itu, Risqa bukan hanya setor 10 juz. Namun sekaligus melahap dua metode muroja’ah: Leveling dan PMC. Jelaslah dengan dua paket metode itu hafalannyamutqin.

Di akhir Desember 2014 kami mengadakan tes seleksi untuk program Super Manzil. Risqa lulus pada program itu dengan prediksi hafalannya akan melejit ke juz 18. Namun perhitungan kami keliru, ternyata ia sanggup menyelesaikan seluruh hafalannya hanya dalam tiga pekan. Ya, Risqa mampu menghafal lebih dari satu juz perhari.

Saya dan suami sengaja datang ketika tadi pagi (4/2/2015) ia menyetorkan juz 30, juz terakhirnya. Ia menyetorkan juz terakhirnya itu sambil terbata-bata dan linangan airmata. Semua yang hadir meneteskan air mata haru, terlebih saat ia tersungkur sujud begitu mengakhiri surat An-Naas.

Kami semua memeluknya dengan tangisan bangga. Bukan karena ia penghafal yang fantastis, atau pencapaiannya yang spektakuler. Namun karena kami tahu betul tekadnya yang membaja dan kerja kerasnya yang luar biasa. Ia tak pernah mau meninggalkan aktivitas tilawah dan menghafal meski tubuhnya didera sakit.

Sore tadi seusai tasmi’ kami menanyakan sujudnya yang di ulang sampai tiga kali. Ia menunduk, mengusap air matanya. Lalu katanya, "Semua ini semata-mata karena kemudahan dari Alloh".

*dari laman facebook Astri Hamidah

MUI: Ikut Pramuka Lebih Bermanfaat dari Rayakan Valentine


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, mengatakan, mengikuti kegiatan positif seperti Pramuka, lebih bermanfaat daripada merayakan Hari Valentine.

Menurutnya, sejumlah kegiatan positif dapat mengalihkan remaja dari dampak negatif valentine. “Pramuka memberikan efek kreatif, terampil, disiplin, dan cekatan, tidak seperti Valentine,” jelas Amirsyah, saat dihubungi ROL, Kamis (5/2).

MUI, kata dia, menghimbau agar remaja banyak-banyak melakukan kegiatan positif di sekolah. Sebab menurutnya, kegiatan positif dapat mengolah kepekaan untuk mengetahui budaya mana yang baik dan budaya mana yang tidak baik untuk dilakukan.

Budaya Valentine menurutnya termasuk ke dalam budaya yang tidak semestinya dilakukan remaja. “Ada pelatihan softskill dalam kegiatan sekolah untuk mengolah rasa dan melahirkan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Ia mengakui sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing generasi muda. Sekolah dapat membantu dan mengarahkan anak-anak didik dan menyediakan kegiatan-kegiatan berkualitas. Sebab anak usia sekolah mayoritas masih memiliki semangat yang tinggi.

Selain itu, MUI juga mengajak orang tua untuk mendidik anak-anak mereka hingga menjadi anak-anak yang sholeh dan berbakti. Dengan demikian, anak-anak yang telah dipupuk keimanan sejak dini akan terhindar dari hal-hal negatif yang berbau budaya Barat. 


REPUBLIKA.CO.ID, Hari Valentine atau hari kasih sayang yang jatuh setiap 14 Februari memiliki sejarah panjang yang erat hubungannya dengan masyarakat nasrani. Dilansir dari nu.or.id, kata 'Valentine' sendiri diambil dari seorang pendeta yang bernama St Valentine.

St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya terjadi pada 14 Februari karena dieksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II. Eksekusi dilakukan karena Valentino menentang ketetapan raja dengan menolak wajib militer dan mendukung pernikahan. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Aturan ini berawal dari kesulitan pemerintahan Romawi merekrut pemuda dan para pria sebagai pasukan perang. Padahal, pada masa itu pemerintahan dalam keadaan perang dan sangat membutuhkan tenaga sebagai prajurit. Sang Kaisar menganggap kesulitan ini berasal dari keengganan mereka meninggalkan kekasih, istri, dan keluarganya. Oleh karenanya, Kaisar mengeluarkan peraturan yang melarang pernikahan, karena pernikahan dianggap sebagai salah satu penghambat perkembangan politik Romawi. Peraturan ini kemudian ditolak oleh St Valentine sehingga ia dihukum mati pada tanggal 14 Februari 270 M.

Bagi pihak gereja, tindakan St Valentine tersebut dianggap benar karena telah melindungi orang yang menjalin cinta. Sehingga dia dinobatkan sebagai pahlawan kasih sayang. Hari inilah yang diabadikan oleh gereja sebagai hari Valentine dan dijadikan momentum simbolik pengungkapan kasih sayang oleh masyarakat nasrani.

Pada abad ke 5 M, tepatnya tahun 494 M, Paus Glasium I menetapkan 14 Februari sebagai peringatan hari kasih sayang atau hari valentine. Sehingga, Paus Glassium I dikenal sebagai pelopor peringatan Valentine’s Day.

Perayaan hari valentine merupakan tindakan yang menyerupai orang-orang non muslim, akan tetapi pada kenyataannya tidak sedikit generasi muda muslim yang tidak paham terhadap agamanya hingga ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut.

Maka, benarlah apa yang disabdakan Rasulullah, "'Sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan (cara hidup) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, bahkan seandainya mereka memasuki lubang biawak pun, tentu kalian akan mengikutinya.' Kami (para sahabat bertanya), 'Wahai Rasulullah apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani ?' Beliau menjawab, 'Siapa lagi kalau bukan mereka.'" (HR. Bukhari)
Jadi apakah umat Islam masih mau ngerayain Valentine? 

sumber : 
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/02/05/njawki-mui-ikut-pramuka-lebih-bermanfaat-dari-rayakan-valentine
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/02/09/njhrrg-asal-usul-perayaan-hari-valentine-ternyata-berkait-dengan-nasrani

Shalat Calon Pemimpin

Written By Admin on Monday, April 21, 2014 | 9:27 PM

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Abdul Syukur


Sekarang, negara kita tercinta, Indonesia, sedang sibuk mencari pemimpin. Rakyat bingung menentukan pilihan, standar yang digunakan hanya berkutat di tataran intelektualitas dan lahiriyah calon pemimpin dan belum merambah ranah spiritual.

Dengan demikian, kesalehan hakiki mereka tidak pernah teruji dan tak pernah ada yang berusaha untuk mengujinya. Padahal kesalehan seperti inilah yang bisa menjamin baik tidaknya seorang pemimpin.

Jika mengaca pada sejarah, dulu saat prosesi pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah, diantara pertimbangan yang mengemuka ketika itu adalah, Abu Bakar pernah menjadi imam shalat menggantikan Nabi Muhammad SAW.

Kisah ini dinarasikan Ibnu Asakir dari Ibnu Umar. ‘’Rasulullah memerintahkan Abu Bakar memimpin shalat berjamaah, sedangkan saya menyaksikan sendiri, tidak ghaib, tidak sakit. Maka kami rela menyerahkan urusan dunia kami sebagaimana Rasulullah rela menyerahkan urusan agama kepadanya.’’

Fiqih & Keutamaan Puasa di Hari Asyura & Tasu'a

Written By Admin on Thursday, November 14, 2013 | 7:05 AM

Syarah Riyadhus Shalihin puasa sunnah pada bulan Muharram
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
---

Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram)

OMAR (Umar bin Khattab) The Series

Written By Admin on Wednesday, August 29, 2012 | 10:22 PM

Omar adalah potret figur yang kuat dalam revolusi Islam pertama yang secara umum merubah wajah Timur Tengah secara keseluruhan.


Serial Omar ibn Khattab diproduksi oleh MBC Group jadi 31 Episode dengan lokasi shooting di 2 negara Marroko dan Suriah.
Dengan set yang dibuat mirip dengan keadaan kota Mekkah di abad ke-7.

Ternyata Facebook sudah “Diramalkan” sejak 14 Abad Silam

Written By Admin on Thursday, February 9, 2012 | 11:12 AM

palingseru.com - Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). Diskusi yang berjalan cukup santai namun sarat akan ilmu.

Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur’an dengan bidang studinya matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur’an.


Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah alquran itu bener-bener mukjizat. gw pernah baca di Internet bahwa ternyata kata Yaum (hari) di dalam alquran sebanyak 365 kata sama seperti jumlah hari dalam satu tahun, kata syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu tahun, sab’u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu. Belum lagi kata-kata yang berlawan kata. Misalnya ad dunya 115 kali, al akhiroh juga 115 kali. Malaikat 88 kali sedangkan asy syayathin 88 kali juga. Al hayat 145 kali begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang disebutin dalam alquran surat Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak tapi mending antum liat di internet aja nafsi-nafsi, tinggal tanya mbah google ketik key word nya keajaiban angka dalam alquran,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri presentasinya.

[IMG]

Tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar masalah mukjizat Quran. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang kajian Islam berhubung program studi Ranid adalah bahasa Arab yang ia geluti di salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan sepengetahuannya tentang I’jazul Quran dari sudut pandang bahasa.

Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan hamdalah, serta sholawat kepada Nabi SAW. Ranid pun mulai berkata “Mumtaz! ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ane ya? Gini jadi mukjizat kalo diliat dari segi bahasa maka secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘senjata’ untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa AS berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya maka Allah kasih mukjizat nabi Musa AS ‘menyerupai’ sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus di zaman nabi Isa AS berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada nabi Isa AS mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW pada masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa alquran sebuah mukjizat yang begitu sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”

Ranid masih melanjutkan pemaparannya “bahkan Allah nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan alquran. Coba ente berdua buka Al-Baqoroh ayat 23
‘dan jika kamu meragukan Al-Quran yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar,’
dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat alquran tandingan. Salah satu suratnya niru-niru al-fiil. Dan surat gadungan itu ditertawakan banyak orang karena diliat dari sisi bahasa dan maknanya betul-betul jelek. Dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa dihafal oleh jutaan manusia walaupun manusianya itu sendiri pun tidak mengetahui arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap sampai titik dan komanya. Subhanallah maha benar Allah dalam firmanNya ‘dan sungguh Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan’ Al-Qomar ayat 17,” Ranid pun mengakhiri makalah yang dibawakannya.

Selanjutnya giliran Ilmi yang mendapat giliran menjelaskan mukjizat quran berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta. Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang akademisnya.

Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film Hollywood, Ilmi pun memulai pembicaraannya. “sebenernya ane belum mau mengatakan ini mukjizat atau gak? terus terang ane gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ane dengar dalam seminar Qur’an bahwa kenapa Qur’an disebut mukjizat tak lain dan tak bukan adalah karena kebenarannya dalam ‘meramal’ masa depan. Betul gak Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan mengaggukan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya.

Ilmi melanjutkan “surat al-lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir dan masuk neraka. Dan ketika surat itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum bayangin kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum di situ dijelaskan bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu subhanallah terjadi beberpa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya Romawi kalah maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak.

Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah memastikan kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke Madinah. Dan subhanallah hal itu terbukti.”

Fenomena Al-Fisbukiyyah dalam Al-Qur’an

“Ah itu mah dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT sesuai sama studi ente?” Tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss, tenang-tenang ane kan belum selesai jelasinnya, ana lanjut ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ane bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ane akan bilang ini kehebatan Quran.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari mulut Ilmi. “ente berdua tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu alquran sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!” Ahmad sang Cagur (Calon Guru) tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya statmen Ilmi. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah benar kata Facebook ada di dalam alquran. Dengan mencoba mentashrif pola-pola fi’il.

Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba ente berdua buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21

“‘Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.’

Ayat ini menjelaskan fenomena jama’ah “Al-Fisbukiyyah” secara umum. Coba ente-ente liat wirid-wirid mereka.

Kebanyakan isinya keluh kesah. Temanya udah mirip sinetron mendayu-dayu sampai bikin air mata keluar. Sakit dari mulai bisul, cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak ketinggalan. Dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. Dikasih panas ngeluh kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis, rezeki seret terus dan terus di suguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang dipublikasikan puasa, sedekah, tapi alhamdulillah ane belum menemukan ada orang yang lagi sholat update status ‘lagi roka’at dua nih’ naudzubillah kalo sampai ada!” canda Ilmi.

Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan ‘apabila dapat kebaikan maka ia kikir.’ Ane rasa betul ayat tersebut. Coba ente berdua hitung ada beberapa orang yang update status semisal alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu. Giliran dapat rezeki yang melimpah pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”

“Ah, lo iri aja kali jangan sok jaim deh?!” Kali ini Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab “ane rasa jaim itu perlu, dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ane tidak mengharamkan update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik pokoknya temanya mengajak kebaikan dari quran, hadits, sahabat, ataupun salafush sholih. Inget akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. Ulama bilang bahwa jika kita udah gak malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka tunaikan saja hawa nafsumu dan lakukan apa yang kau inginkan.” Jawab Ilmi.

Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan mengaitkan surat Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu. Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini maka alangkah kagetnya ia mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.

Diskusi kali ini pun berakhir seiring dikumandangkannya adzan maghrib sebagai pertanda masuknya waktu sholat maghrib.

Valentine’s Day; Ritual Cinta Yang Membodohi Remaja

Written By Admin on Wednesday, February 8, 2012 | 10:24 AM

dakwatuna.com – Tanggal 14 Februari telah menjadi hari special yang ditunggu-tunggu oleh para remaja di dunia, tak terkecuali remaja di Indonesia. Mereka terlanjur meyakini hari ini sebagai hari kasih sayang yang harus diisi dengan perayaan istimewa. Mulai dari saling tukar kado, menyatakan cinta, ciuman, sampai seks bebas merupakan aktivitas yang turut mewarnai valentine’s day.



Sejarah Valentine’s Day

Valentine’s Day yang kini dimaknai sebagai hari kasih sayang, tidak muncul dan diperingati begitu saja. Terdapat beberapa versi tentang asal-usul lahirnya Valentine’s Day. Versi pertama, menurut catatan The World Book Encyclopedia (1998) disebutkan bahwa sejarah Valentine’s Day bermula dari sebuah kepercayaan di Eropa. Kepercayaan kuno ini menyebutkan bahwa cinta burung jantan dan betina mulai bersemi pada tanggal 14 Februari. Burung-burung memilih pasangannya pada hari itu. Berdasarkan kepercayaan kuno di kalangan masyarakat Eropa kala itu, lalu kemudian mereka menganjurkan agar pemuda-pemudi memilih pasangannya di hari yang sama seperti berseminya cinta burung jantan dan betina. Apalagi dalam bahasa Perancis Normandia terdapat kata Gelantine yang berarti cinta. Persamaan bunyi antara Gelantine dan Valentine inilah yang dijadikan dasar penetapan hari kasih sayang.

Versi kedua, menghubungkan Valentine’s Day ini dengan seorang pendeta. Menurut beberapa ahli sejarah bahwa Valentine’s Day diadopsi dari nama seorang pendeta bernama Saint Valentine. Dia ditangkap oleh kaisar Claudius II karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih. Dia juga menolak menyembah Tuhan-Tuhan orang Romawi. Kaisar lalu memerintahkan agar dia di penjara dan pada akhirnya dijatuhi hukuman gantung. Orang-orang yang bersimpati kepadanya, lalu menulis surat tentang kecintaan mereka kepada doa sang pendeta. Surat itu kemudian dipajang dan diikatkan di terali bekas penjaranya.

Sementara versi ketiga mengacu pada sebuah pesta yang dilakukan orang-orang Romawi kuno yang disebut Lupercalia. Inilah versi terkuat yang diyakini kebenarannya hingga saat ini. Perayaan Lupercalia merupakan rangkaian pensucian di masa Romawi kuno. Upacara yang khusus dipersembahkan untuk mengenang dan mengagungkan dewi cinta (Queen of Feverish Love) yang bernama Juno Februata. Dalam pesta tersebut, para pemuda mengambil nama gadis di sebuah kotak secara acak. Nama gadis yang diambilnya tadi kemudian menjadi pendampingnya selama setahun untuk bersenang-senang.

Bergesernya Makna Valentine’s Day

Seiring berjalannya waktu, tahun 496 M Paus Gelasius I mengubah upacara ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day. Upacara untuk menghormati Saint Valentine yang mati digantung oleh kaisar Claudius. Dia digantung karena melanggar aturan kaisar yang melarang para pemuda untuk menikah. Kaisar Claudius berpendapat bahwa tentara yang masih muda dan berstatus bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan. Lelaki yang belum beristri lebih sabar bertahan dalam perang dibandingkan tentara yang sudah menikah. Oleh Karena itu, kaisar memerintahkan untuk melarang kaum laki-laki untuk menikah. Namun, Saint Valentine menentang kebijakan itu. Dia berpendapat bahwa pemuda-pemudi tetap harus mendapat ruang yang luas untuk melampiaskan hasrat cintanya. Dia lalu secara diam-diam menikahkan banyak pemuda.

Sejak orang-orang Romawi kuno mengenal agama Nasrani, maka pesta jamuan kasih sayang ini (pesta Lupercalia) lalu dikaitkan dengan upacara kematian Saint Valentine. Setelah Paus Gelasius menetapkan tanggal 14 Februari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine, maka akhirnya perayaan ini berlangsung secara terus menerus setiap tahunnya hingga sekarang. Hari ini dijadikan sebagai momen untuk saling tukar menukar pesan kasih dan menempatkan Saint Valentine sebagai simbol dari para penabur kasih. Hari Valentine ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga, coklat, dan gua-gula. Hari Valentine juga diisi dengan acara kumpul-kumpul, pesta dansa, minum-minuman alkohol hingga pesta seks. Singkatnya perayaan kasih sayang ini dipersembahkan untuk mengagungkan Saint Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, kepasrahan, dan keberanian dalam memperjuangkan cinta.

Sikap Seorang Remaja

Lalu bagaimanakah seharusnya sikap kaum remaja khususnya pemuda-pemudi Islam? Haruskah mereka ikut hanyut dalam perayaan itu? Tentu jawabannya tidak. Karena Valentine’s Day bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Valentine’s Day bersumber dari paganisme orang musyrik penyembah berhala. Valentine’s Day justru telah merendahkan dan mempersempit makna cinta. Cinta dihargai sebatas coklat, bunga mawar, greeting card, ciuman dan seks bebas. Valentine’s Day juga menyempitkan kasih sayang hanya sehari saja. Padahal dalam Islam, kasih sayang itu perlu diaktualisasikan setiap saat dan di setiap tempat. Bahkan kita diperintahkan untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh manusia.

Perayaan Valentine’s Day juga menggiring remaja untuk melakukan seks. Hal itu dapat kita saksikan dengan jelas dari propaganda mereka. Seorang pakar kesehatan di Inggris bahkan menganjurkan seks di hari Valentine. Direktur kesehatan British Heart Foundation yakni Prof. Charles George mengungkapkan bahwa seks bebas tidak saja membakar 100 kalori dalam tubuh, tetapi juga sangat baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, dia menganjurkan agar masyarakat di manapun, baik tua maupun remaja, hendaknya mengisi perayaan hari Valentine dengan pesta seks.

Olehnya itu, penulis secara pribadi dan sebagai pendidik mengajak kepada seluruh remaja khususnya pemuda-pemudi Islam untuk menjauhi dan tidak ikut-ikutan dalam perayaan ini. Siapa yang ikut merayakan Valentine’s Day berarti dia telah merusak pribadinya sendiri sebagai muslim dan bahkan menjadi bagian dari mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud)

Video Profil LPIT TBZ

 
Support : www.thariq.com | re-Design by adi-tbz
Copyright © 2011. SMPIT Thariq Bin Ziyad - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger